Kapita Selekta Pertemuan ke-9
Kamis, 31 November 2013
Berbeda dengan tema-tema sebelumnya kali ini kami
membahas mengenai fotografi. Pembahasan dengan tema Teknik Fotografi ini
dibawakan oleh Didiet Anindita dari INDONESIA PROFESSIONAL PHOTOGRAPHER.
Fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Fotografi
merupakan sebuah proses atau metode untuk menghasilkan gambar
atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang
mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Salah satu alat yang
digunakan dalam aktivitas fotografi adalah kamera khususnya
kamera DSLR.
Dalam teori fotografi terdapat 3 komponen utama yaitu
ISO/ASA, diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed).
ISO adalah kepekaan kamera terhadap sinar. diafragma adalah banyaknya sinar
yang masuk. Sedangkan speed adalah
percepatan sinar masuk. Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut dan dikenal sebagai exposure.
Berikut beberapa teknik fotografi yang sering
digunakan dalam kegiatan fotografi:
·
Panning
Panning
adalah memotret dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan objek
yang ingin dibidik sehingga obyek akan tampak fokus sementara background tampak kabur. Ide
dibalik teknik panning ini adalah untuk mengatasi masalah dalam menangkap objek
yang bergerak cepat. Ciri-ciri foto dengan menggunakan teknik panning adalah fokus dengan tajam
terhadap objek yang bergerak sedangkan background
nya kabur atau kabur.
Cara melakukan
panning adalah dengan berikut: Pilih Shutter
Speed yang lebih rendah dari yang Anda sering gunakan. Posisikan diri di
tempat dimana pandangan terhadap objek tidak akan terhalang oleh apapun. Atur
metode pemilihan fokus dalam jenis Ai
servo. Ikuti pergerakan objek sambil menekan setengah tombol shutter untuk mengambil focus pada
objek, jika pergerakan tangan sudah relatif sama dengan objek maka tekan penuh
tombol shutter. Setelah menekan
tombol shutter terus ikuti arah
pergerakan objek sampai proses pengambilan gambar selesai.
·
Fill in
Fill in adalah teknik mengukur sinar yang ada. Fotografi
itu adalah teknik bermain cahaya, lebih bagus cahaya maka potensi foto bagus
akan semakin besar. Maka dari itu cahaya adalah salah satu pertimbangan paling
penting bagi seorang fotografer. Keseimbangan antara cahaya ambient dan flash merupakan salah satu efek yang timbul dari pertimbangan arah
pencahayaan. Available lighting
(ambient) adalah
pemotretan dengan memanfaatkan cahaya yang tersedia, baik natural light maupun room
light. Sedangkan artificial
lighting adalah pemotretan dengan menggunakan sumber cahaya yang sengaja
ditambahkan seperti penggunaan flash,
studio light, dan alat-alat pendukung
lainnya
·
Side Light
Side light adalah jenis sinar yang
datang dari samping. Side light
merupakan posisi dimana lighting
tepat di samping objek, maka yang terjadi adalah bayangan pada setengah
objek pada sisi yang lain objek yang difoto. Side light dapat mempertegas bentuk tiga dimensi objek yang difoto,
sehingga foto yang dihasilkan tidak flat.
Cahaya yang sangat tepat adalah ketika matahari terbit pukul 09.30 dan matahari
terbenam pukul 15.00.
Pak Didiet juga
memberikan tip dalam melakukan beberapa teknik fotografi sehingga memperoleh
hasil yang memuaskan. Khususnya untuk memotret objek model/manusia, kita harus
menempatkan titik fokus pada muka/mata objek. Kesulitan lain adalah memotret objek
bergerak, speed yang diberikan
haruslah tinggi/cepat, sehingga tidak blur.
Tantangan dalam penyinaran yang kurang adalah dengan memberikan speed rendah, diafragma yang lebar serta
ISO tinggi.
Salah satu komponen kamera yang tak kalah penting adalah
lensa. Lensa adalah sebuah alat untuk melengkapi saat mengambil gambar yang
berfungsi untuk memfokuskan cahaya dan mengantarkannya ke dalam badan kamera.
Lensa yang sederhana terbagi menjadi tiga yakni lensa tele, lensa standar, dan
lensa wide. Lensa normal (50mm) memiliki
focal length yang setara dengan diagonal gambar yang diproyeksikan didalam
sensor kamera. Lensa wide / lensa lebar (<50mm) memiliki sudut pandang yang sangat lebar.
Lensa jenis wide ini dapat digunakan untuk memotret subjek yang luas dalam
ruang sempit. Lensa tele (>50mm) memili
kemampuan untuk memperbesar obyek yang jauh. Fungsi lensa tele sendiri untuk
mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang.
Kesimpulan:
Dalam teknik fotografi diperlukan
eksposure yang tepat disesuaikan dengan objek, kondisi cahaya, serta keadaan
objek. Perpaduan tersebut serta penyesuaian dengan lensa
yang tepat membawa pada hasil yang maksimal, bahkan tak sekedar foto namun juga emosi dapat dibangkitkan dalam sebuah foto.




No comments:
Post a Comment