Thursday, October 31, 2013

Teori Fotografi

Kapita Selekta Pertemuan ke-9
Kamis, 31 November 2013
Berbeda dengan tema-tema sebelumnya kali ini kami membahas mengenai fotografi. Pembahasan dengan tema Teknik Fotografi ini dibawakan oleh Didiet Anindita dari INDONESIA PROFESSIONAL PHOTOGRAPHER.

Fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Fotografi merupakan sebuah proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Salah satu alat yang digunakan dalam aktivitas fotografi adalah kamera khususnya kamera DSLR.

Dalam teori fotografi terdapat 3 komponen utama yaitu ISO/ASA, diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). ISO adalah kepekaan kamera terhadap sinar. diafragma adalah banyaknya sinar yang masuk. Sedangkan speed adalah percepatan sinar masuk. Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut dan dikenal sebagai exposure.
 

Berikut beberapa teknik fotografi yang sering digunakan dalam kegiatan fotografi:
·         Panning 
Panning adalah memotret dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan objek yang ingin dibidik sehingga obyek akan tampak fokus sementara background tampak kabur. Ide dibalik teknik panning ini adalah untuk mengatasi masalah dalam menangkap objek yang bergerak cepat. Ciri-ciri foto dengan menggunakan teknik panning adalah fokus dengan tajam terhadap objek yang bergerak sedangkan background nya kabur atau kabur. 
Cara melakukan panning adalah dengan berikut: Pilih Shutter Speed yang lebih rendah dari yang Anda sering gunakan. Posisikan diri di tempat dimana pandangan terhadap objek tidak akan terhalang oleh apapun. Atur metode pemilihan fokus dalam jenis Ai servo. Ikuti pergerakan objek sambil menekan setengah tombol shutter untuk mengambil focus pada objek, jika pergerakan tangan sudah relatif sama dengan objek maka tekan penuh tombol shutter. Setelah menekan tombol shutter terus ikuti arah pergerakan objek sampai proses pengambilan gambar selesai. 
·         Fill in
Fill in adalah teknik mengukur sinar yang ada. Fotografi itu adalah teknik bermain cahaya, lebih bagus cahaya maka potensi foto bagus akan semakin besar. Maka dari itu cahaya adalah salah satu pertimbangan paling penting bagi seorang fotografer. Keseimbangan antara cahaya ambient dan flash merupakan salah satu efek yang timbul dari pertimbangan arah pencahayaan. Available lighting (ambient) adalah pemotretan dengan memanfaatkan cahaya yang tersedia, baik natural light maupun room light. Sedangkan artificial lighting adalah pemotretan dengan menggunakan sumber cahaya yang sengaja ditambahkan seperti penggunaan flash, studio light, dan alat-alat pendukung lainnya
·         Side Light
Side light adalah jenis sinar yang datang dari samping. Side light merupakan posisi dimana lighting tepat di samping objek, maka yang terjadi adalah bayangan pada setengah objek pada sisi yang lain objek yang difoto. Side light dapat mempertegas bentuk tiga dimensi objek yang difoto, sehingga foto yang dihasilkan tidak flat. Cahaya yang sangat tepat adalah ketika matahari terbit pukul 09.30 dan matahari terbenam pukul 15.00. 
Pak Didiet juga memberikan tip dalam melakukan beberapa teknik fotografi sehingga memperoleh hasil yang memuaskan. Khususnya untuk memotret objek model/manusia, kita harus menempatkan titik fokus pada muka/mata objek. Kesulitan lain adalah memotret objek bergerak, speed yang diberikan haruslah tinggi/cepat, sehingga tidak blur. Tantangan dalam penyinaran yang kurang adalah dengan memberikan speed rendah, diafragma yang lebar serta ISO tinggi.

Salah satu komponen kamera yang tak kalah penting adalah lensa. Lensa adalah sebuah alat untuk melengkapi saat mengambil gambar yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya dan mengantarkannya ke dalam badan kamera. Lensa yang sederhana terbagi menjadi tiga yakni lensa tele, lensa standar, dan lensa wide. Lensa normal (50mm)  memiliki focal length yang setara dengan diagonal gambar yang diproyeksikan didalam sensor kamera. Lensa wide / lensa lebar (<50mm)  memiliki sudut pandang yang sangat lebar. Lensa jenis wide ini dapat digunakan untuk memotret subjek yang luas dalam ruang sempit.  Lensa tele (>50mm) memili kemampuan untuk memperbesar obyek yang jauh. Fungsi lensa tele sendiri untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang.
Kesimpulan:
Dalam teknik fotografi diperlukan eksposure yang tepat disesuaikan dengan objek, kondisi cahaya, serta keadaan objek. Perpaduan tersebut serta penyesuaian dengan lensa yang tepat membawa pada hasil yang maksimal, bahkan tak sekedar foto namun juga emosi dapat dibangkitkan dalam sebuah foto.



Wednesday, October 30, 2013

Corporate Communication

Kapita Selekta Pertemuan 8
24 Oktober 2013

Pertemuan pertama setelah Ujian Tengah Semester, kami mendapatkan materi perkuliahan mengenai Corporate Communication atau dikenal dengan istilah ‘korkom’. Materi ini dibawakan oleh seorang kepala bidang humas dan sekretariat, Wijaya Laksana. Beliau bekerja di PT Pupuk Kaltim. Beliau memiliki banyak pengalaman menangani bidang komunikasi korporat hingga dipindahtugaskan ke daerah bukan pengalaman baru bagi Beliau, namun menjadi tantangan tersendiri.


Berikut ringkasan materi perkuliahan :
Corporate Communication adalah segala bentuk kegiatan komunikasi (internal & external) yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik “Goodwill” dan menciptakan saling pengetian antara suatu organisasi dengan seluruh khalayak / publik “stakeholder”.
Tujuan dari PR (public Relations) dalam melaksanakan corporate communication agar mendapatkan hasil, terciptanya Good Image (citra baik ) perusahaan, mutual understanding (saling pengertian), mutual confidence (saling mempercayai).
Tugas:
·         Mengelola arus informasi, sehingga petugas komunikasi korporat menyediakan informasi kepada publik perihal kebijakan organisasi, kegiatan, produk, dan karyawannya agar dapat memberikan pengetahuan yang maksimal
·       Menjaga hubungan harmonis antar stakeholder. Praktisi korkom harus mampu mengelola komunikasi sehingga tidak merugikan perusahaan, salah satunya sebagai pemegang kepentingan utama yaitu stakeholder.
·        Memberi masukan pada manajemen. Praktisi korkom merencanakan strategi yang bisa menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen, dengan tujuan sama yaitu memperkenalkan perusahaan serta meraih keuntungan.
·      Memutuskan strategi terbaik bagi perusahaan dalam usaha menciptakan, memelihara dan memantau Citra baik perusahaan (Good Corporate image) baik yang berkaitan dengan kebijakan perusahaan, produk atau jasa, reputasi maupun personelnya (karyawan)




Karena banyak perubahan, oleh karena itu staff PR saja tidak cukup, sehingga juga diperlukan seorang PR yang mampu melakukan komunikasi korporat, hal itu dikarenakan informasi memiliki perkembangan yang sangat cepat. Kemudian publik sudah sangat cerdas dan kritis sehingga diperlukan lebih dari sekedar produk namun visi misi dan tujuan, serta pengenalan jati diri perusahaan sendiri.
Perangkat yang digunakan dalam komunikasi korporat adalah
·         Corporate culture
·         Corporate identity
·         Corporate philosophy
·         Corporate citizenship
·         Good press relation
·         Penguasaan tools dan technology
Strategi dan konsep dasar praktik komunikasi korporat adalah pertama menciptakan saluran dan media komunikasi yang tepat, sesuai dengan namanya komunikasi korporat. Dalam komunikasi tersebut harus diciptakan mutual understanding dan rasa saling pengertian kepada khalayak. Kemudian strategi komunikasi tersebut dibentuk dalam upaya membangun reputasi. Dalam komunikasi tersebut harus dibangun jaringan komunikasi internal agar diperoleh sense of belonging sesuai budaya perusahaan yang ada.
Strategi Manajemen & Respon Sosial :
·         Strategi Inaktif : lingkungan berubah, organisasi tidak berubah
·      Strategi Reaktif : lingkungan yang berubah pertama kali kemudian organisasi merespon perubahan tersebut
·         Strategi Proaktif : organisasi berinisiatif berubah dan lingkungan diubah
·         Strategi Interaktif :organisasi dan lingkungan berubah secara simultan dalam arah yang sama
Formula dalam melakukan strategi respon sosial
·   Scanning: Praktisi komunikasi korporat harus mencari hal-hal yang terkait dengan komunikasi korporat yang telah dilakukan
·         Monitoring: Memantau arah respon sosial dari masyarakat
·         Forecasting: Meramalkan apa yang akan terjadi dengan perkembangan kegiatan respon sosial yang ada.
·         Accessing: melakukan tanggapan langsung terhadap respon sosial yang ada.

Strategi menghadapi perubahan lingkungan:
·     Strategi buffering (penahan) digunakan untuk membantu menutup perusahaan dari gangguan dalam lingkungan bisnis. Strategi buffering memperkuat batasan protektif perusahaan dan ditujukan untuk mengurangi ketidakpastian
·     Strategi bridging (jembatan) mencoba untuk mengadaptasi aktivitas perusahaan dalam sejumlah cara yang disesuaikan dengan harapan stakeholder external
Kesimpulan:
Dalam dunia bisnis, Public Relations harus mampu melaksanakan strategi komunikasi korporat, karena hadirnya masyarakat yang lebih kritis. Pengenalan akan perusahaan bukan hanya terletak pada produk namun jati diri perusahaan dimana komunikasi korporat membawa terhadap pengenalan tersebut.


Wednesday, October 9, 2013

Keberlangsungan Media Konvensional di Tengah Media Sosial

Kapita Selekta Pertemuan 7
3 Oktober 2013

Pada pertemuan terakhir sebelum Ujian Tengah Semester, kami mendapatkan materi perkuliahan mengenai keberadaan media social yang mulai menggeser media konvensional. Materi ini dibawakan oleh seorang Redaktur Media Indonesia, Jerome Eugene Wirawan. Beliau bekerja pada rubrik hubungan internasional. Beliau sangat merasakan dampak media social yang mempengaruhi keberlangsungan media konvensional. Sehingga beberapa media konvensional bahkan telah tidak dapat bertahan dan gulung tikar.

Berikut ringkasan materi perkuliahan :
Media berdiri dan berkembang sesuai dengan ilmu jurnalistik. Jurnalistik diterjemahkan sebagai laporan atau catatan harian. Laporan – laporan yang memiliki nilai khusus untuk diketahui publik dan selalu diupdate setiap waktu ini dikemas menjadi berita. Tim jurnalistik yang berperan serta dalam menyiapkan berita mulai dari mengumpulkan berita, memverifikasi data, mengolah dan juga menyajikan untuk dikonsumsi publik. Dalam menjalankan tugasnya tim jurnalistik berpegang teguh dalam hal yang disebut pilar jurnalistik



Pilar jurnalistik antara lain :

1. Fakta.
Fakta itu suci. Fakta adalah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan. Catatan atas pengumpulan data disebut fakta. Fakta seringkali diyakini oleh orang banyak sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya. Fakta bersifat obyektif dan tidak bisa dibantah lagi, oleh karena itu fakta tidak bercela dan sifatnya mutlak.

2. Kebenaran / truth
Kebenaran adalah persesuaian antara pengetahuan dan obyek. Kebenaran adalah lawan dari kekeliruan yang merupakan obyek dan pengetahuan tidak sesuai. Kebenaran dikemukakan untuk membenarkan teorinya atau keyakinannya. Oleh karena itu kebenaran mempunyai versi masing-masing. Versi berdasarkan kepemilikan modal, sesuai dengan materi sebelumnya yakni ekonomi media. Sisi komersialisme dan menekankan kepentingan golongan tertentu menciptakan versi masing-masing. Kebenaran yang mereka sampaikan tidak salah, namun terkait lagi tampilan yang dihasilkan bisa beda sesuai versi pemilik modal.

Dari hal tersebut bisa disimpulkan bahwa seorang jurnalis harus memverifikasi sebuah fakta untuk mendapatkan suatu kebenaran. Karena kebenaran memiliki banyak versi berkaitan dengan kepemilikan modal yang menggunakan media juga untuk menunjang kepentingannya.

Fakta dan kebenaran adalah hal yang menjadi pegangan jurnalistik. Namun terdapat permasalahan, fakta dan kebenaran tersebut hanya menjadi konsumen tim jurnalistik saja, karena pada kenyataannya seringkali masyarakat cenderung memilih berita mana yang mereka ingin lihat dan mereka sukai. Jurnalis tidak lagi dapat memberikan berita atau gambar- gambar kejadian yang seratus persen murni. Namun berita disampaikan sesuai dengan kebenaran yang sudah difilter, yakni yang ingin dilihat masyarakat. Hal ini juga terkait dengan kode etik jurnalistik, karena dianggap tidak semua bagian berita harus publik ketahui.

Hadirnya media sosial membawa dampak yang cukup besar terhadap media konvensional. Media social lebih dominan dan dipopuleri oleh masyarakat disbanding media konvensional. Masyarakat cenderung memilih membaca berita melalui media internet. Media social memukul industri media konvensional dimana buktinya adalah penjualan koran dan surat kabar merosot, kecenderungan masyarakat mencari dan menerima berita dari sosial media, penurunan iklan dan sebagainya.



Media konvensional memang memiliki kekurangan dibandingkan media social .Kemudahan media social memang menjadi point plus, namun dalam mencerna informasi tersebut kita harus memverifikasi apa yang dikabarkan media social. Kita harus menjadi kritis dan tidak mudah dibodohi dengan pemberitaan media social.

Berikut tugas berita verifikasi kutipan Tweet dari PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA)




Pelanggan air kini dapat melakukan pembayaran tagihan air PT PAM Lyonnaise Jaya di seluruh Indomaret. Ribuan gerai Indomaret di Jakarta siap melayani pembayaran tagihan air masyarakat. Indomaret merupakan minimarket modern pertama yang melayani pembayaran air Palyja. Layanan pembayaran tagihan Palyja dapat dilakukan sesuai jam operasional minimarket Indomaret. 



Banyak keuntungan yang diperoleh dengan kemudahan fasilitas ini. Dengan layanan terbaru tersebut pelanggan bisa berbelanja sekaligus membayar tagihan sehingga hemat waktu dan transportasi. Keuntungan adanya pelayanan ini adalah pelanggan dapat membayar tepat waktu serta terhindar dari pembayaran double dan denda keterlambatan.

Kesimpulan:
Dengan adanya media social memang mempermudah akses informasi yang dibutuhkan masyarakat. Namun terdapat sisi negatifnya, yakni informasi tersebut tidak bisa diverifikasi karena semua orang dapat memberikan informasi secara cepat di dunia maya. Oleh karena itu, sebagai masyarakat kita juga harus bersikap kritis terhadap berita yang disampaikan


Wednesday, October 2, 2013

Media Baru


Pelajaran kapita selekta kali ini kedatangan dosen tamu dari Kompas yaitu bapak Irwan Juliana. Beliau merupakan lulusan sarjana Biologi di Satya Wacana dan sekarang sedang menjalani program S3 Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia.

Media terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. dimana masyarakat mulai mengenal berbagai sejumlah media, seperti koran, majalah, radio, televisi, buku, atau yang lain-lain. Media tersebut adalah media konvensional. dimana kita mulai memasuki era media baru. Apa itu media baru?

https://www.google.com/search?gs_rn=27&gs_ri=psy-ab&tok=br2jQrasM73Qx8jRkO9wcg&pq=koran&cp=10&gs_id=1k&xhr=t&q=media+sosial&es_sm=122&bav=on.2,or.r_cp.r_qf.&bvm=bv.53371865,d.bmk&biw=1366&bih=624&dpr=1&um=1&ie=UTF-8&hl=en&tbm=isch&source=og&sa=N&tab=wi&ei=25NKUuPsF42Irge914HoAg#facrc=_&imgdii=_&imgrc=jYQrnZ4lOsQD-M%3A%3B0TrSucHnKXfqEM%3Bhttp%253A%252F%252Fbusinesslounge.co%252Fwp-content%252Fuploads%252F2013%252F07%252Fmedia-sosial.gif%3Bhttp%253A%252F%252Fbusinesslounge.co%252F2013%252F07%252F25%252F12-kesalahan-strategi-media-sosial-yang-sering-dilakukan%252F%3B500%3B358 , 02/10/13

Media baru mengubah pola tersebut menjadi many to many. Salah satu wujud media baru adalah tumbuhnya media sosial. Media sosial mengedepankan aspek interaktif. Kita dapat memberikan komentar secara langsung tentang suatu hal tertentu. Berikut adalah ciri-ciri media baru, yaitu:
1.         Digital
Dalam hal ini, internet yang merupakan jaringan luas yang memungkinkan seluruh dunia dapat mengaksesnya. Pesan yang bentuknya multimedia, mengombinasikan berbagai bentuk pesan, tidak seperti televisi yang menyampaikan pesan secara audio visual; radio secara audio; dan media cetak secara visual. Pesan digital ini bentuknya bisa merupakan gabungan dari teks, gambar, dan suara.
2.        Interaktif
Dalam hal ini, media baru memungkinkan komunikasi dua arah terjadi di antara para penggunanya. sifat interaktif yang dimiliki oleh media baru tingkatannya mendekati sifat interaktif pada komunikasi antarpribadi secara tatap muka. Media komunikasi yang interaktif ini memungkinkan para partisipannya dapat berkomunikasi secara lebih akurat, lebih efektif, dan lebih memuaskan.
3.        Sosial
Dalam media baru, bukan hanya media pers online yang secara khusus dikelola oleh suatu perusahaan media tertentu. Adapula media sosial seperti facebook, twitter, dan blog, di mana penggunanya bisa berinteraksi secara bebas mengungkapkan apa yang mereka pikirkan. Di sisi lain, mereka juga bisa memberikan dan saling menanggapi.

4.        Asynchronous
Maksudnya adalah kemampuan media baru untuk mengirimkan dan menerima pesan sesuai dengan waktu yang dikehendaki individu penggunanya. Contohnya, jika di televisi suatu acara ditayangkan pada jam tertentu, acara tersebut hanya bisa dinikmati oleh penontonnya pada waktu tertentu saja. Tetapi, di media baru, kita bisa melihat tayangan tersebut di waktu yang kita kehendaki. Kita dapat menyaksikannya di sejumlah situs, seperti youtube.
5.        Narrowcasted
Dalam hal ini, media baru mengelompokkan para penggunanya sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan dari penggunanya. Misalnya, jika masyarakat ingin mencari suatu pekerjaan, mereka dapat mencarinya di situs yang menyediakan informasi lowongan pekerjaan dengan jenis pekerjaan yang diinginkan.
6.        Multimedia
Pesan dikemas dengan memanfaatkan teknologi multimedia. Sebagai contoh, pengguna menampilkan suatu tulisan di blog. Tulisan ini dapat diperkaya dengan gambar, animasi, video, lagu, dan lain-lain. Di samping itu, pengguna bisa menambahkan link atau widget, seperti jajak pendapat interaktif.
Aspek dari new media adalah digital, interactive, social, asynchronous, multimedia, dan narrowcasted. Karakteristik ini penting, konsepsi penonton yang berfokus pada media dari model lama yaitu SMCR, yang menekankan salah satu cara transmisi pesan.