Kapita Selekta Pertemuan 7
3 Oktober 2013
Pada pertemuan terakhir sebelum Ujian Tengah Semester, kami
mendapatkan materi perkuliahan mengenai keberadaan media social yang mulai
menggeser media konvensional. Materi ini dibawakan oleh seorang Redaktur Media
Indonesia, Jerome Eugene Wirawan. Beliau bekerja pada rubrik hubungan
internasional. Beliau sangat merasakan dampak media social yang mempengaruhi
keberlangsungan media konvensional. Sehingga beberapa media konvensional bahkan
telah tidak dapat bertahan dan gulung tikar.
Berikut ringkasan materi perkuliahan :
Media berdiri dan berkembang sesuai dengan ilmu jurnalistik.
Jurnalistik diterjemahkan sebagai laporan atau catatan harian. Laporan –
laporan yang memiliki nilai khusus untuk diketahui publik dan selalu diupdate
setiap waktu ini dikemas menjadi berita. Tim jurnalistik yang berperan serta
dalam menyiapkan berita mulai dari mengumpulkan berita, memverifikasi data,
mengolah dan juga menyajikan untuk dikonsumsi publik. Dalam menjalankan
tugasnya tim jurnalistik berpegang teguh dalam hal yang disebut pilar
jurnalistik
Pilar jurnalistik antara lain :
1. Fakta.
Fakta itu suci. Fakta adalah segala sesuatu yang tertangkap
oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi
suatu kenyataan. Catatan atas pengumpulan data disebut fakta. Fakta seringkali
diyakini oleh orang banyak sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka
telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap
telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya. Fakta bersifat
obyektif dan tidak bisa dibantah lagi, oleh karena itu fakta tidak bercela dan
sifatnya mutlak.
2. Kebenaran / truth
Kebenaran adalah persesuaian antara pengetahuan dan obyek.
Kebenaran adalah lawan dari kekeliruan yang merupakan obyek dan pengetahuan
tidak sesuai. Kebenaran dikemukakan untuk membenarkan teorinya atau
keyakinannya. Oleh karena itu kebenaran mempunyai versi masing-masing. Versi
berdasarkan kepemilikan modal, sesuai dengan materi sebelumnya yakni ekonomi
media. Sisi komersialisme dan menekankan kepentingan golongan tertentu
menciptakan versi masing-masing. Kebenaran yang mereka sampaikan tidak salah,
namun terkait lagi tampilan yang dihasilkan bisa beda sesuai versi pemilik modal.
Dari hal tersebut bisa disimpulkan bahwa seorang jurnalis
harus memverifikasi sebuah fakta untuk mendapatkan suatu kebenaran. Karena
kebenaran memiliki banyak versi berkaitan dengan kepemilikan modal yang
menggunakan media juga untuk menunjang kepentingannya.
Fakta dan kebenaran adalah hal yang menjadi pegangan
jurnalistik. Namun terdapat permasalahan, fakta dan kebenaran tersebut hanya
menjadi konsumen tim jurnalistik saja, karena pada kenyataannya seringkali masyarakat
cenderung memilih berita mana yang mereka ingin lihat dan mereka sukai.
Jurnalis tidak lagi dapat memberikan berita atau gambar- gambar kejadian yang
seratus persen murni. Namun berita disampaikan sesuai dengan kebenaran yang
sudah difilter, yakni yang ingin dilihat masyarakat. Hal ini juga terkait
dengan kode etik jurnalistik, karena dianggap tidak semua bagian berita harus
publik ketahui.
Hadirnya media sosial membawa dampak yang cukup besar
terhadap media konvensional. Media social lebih dominan dan dipopuleri oleh
masyarakat disbanding media konvensional. Masyarakat cenderung memilih membaca
berita melalui media internet. Media social memukul industri media konvensional
dimana buktinya adalah penjualan koran dan surat kabar merosot, kecenderungan
masyarakat mencari dan menerima berita dari sosial media, penurunan iklan dan
sebagainya.
Media konvensional memang memiliki kekurangan dibandingkan
media social .Kemudahan media social memang menjadi point plus, namun dalam mencerna informasi tersebut kita harus
memverifikasi apa yang dikabarkan media social. Kita harus menjadi kritis dan
tidak mudah dibodohi dengan pemberitaan media social.
Berikut tugas berita verifikasi kutipan Tweet dari PT PAM
Lyonnaise Jaya (PALYJA)
Pelanggan air kini dapat melakukan pembayaran tagihan air PT
PAM Lyonnaise Jaya di seluruh Indomaret. Ribuan gerai Indomaret di Jakarta siap
melayani pembayaran tagihan air masyarakat. Indomaret merupakan minimarket modern
pertama yang melayani pembayaran air Palyja. Layanan pembayaran tagihan Palyja dapat
dilakukan sesuai jam operasional minimarket Indomaret.
Banyak keuntungan yang diperoleh dengan kemudahan fasilitas
ini. Dengan layanan terbaru tersebut pelanggan bisa berbelanja sekaligus
membayar tagihan sehingga hemat waktu dan transportasi. Keuntungan adanya
pelayanan ini adalah pelanggan dapat membayar tepat waktu serta terhindar dari pembayaran
double dan denda keterlambatan.
Kesimpulan:
Dengan adanya media social memang mempermudah akses informasi
yang dibutuhkan masyarakat. Namun terdapat sisi negatifnya, yakni informasi
tersebut tidak bisa diverifikasi karena semua orang dapat memberikan informasi
secara cepat di dunia maya. Oleh karena itu, sebagai masyarakat kita juga harus
bersikap kritis terhadap berita yang disampaikan



No comments:
Post a Comment