Wednesday, November 27, 2013

Public Relation



Pada perkuliahan kali ini kami kedatangan dosen Pak Yugih Setyanto selaku dosen tetap Fikom Untar yang membahas mengenai Public Relation dan aturan-aturan dalam Public Relation.


http://banana-emagazine.blogspot.com/2011/11/bem-fikom-untar-2011.html, diakses 27 November 2013




Apakah itu Public Relation?
Definisi public relation adalah usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya. Pendapat ini menunjukkan bahwa public relation dianggap sebuah proses atau aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak luar organisasi (Coulsin-Thomas, 2002).
Pengertian public relation adalah: Interaksi dan menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi dengan secara tepat dan dengan secara terus menerus karenapublic relation merupakan kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan (Maria, 2002, p.7).



http://awirthlinpublicrelations.com/what-is-public-relations-a-brief-definition/ , diakses 27 November 2013



Ada beberapa aturan dalam Public Relation:
1.      Media adalah satu-satunya alat publikasi.
2.      PR berkomunikasi dengan wartawan melalui Press Realease.
3.      Press Realease hanya dibaca redaktur dan wartawan.
4.      Perusahaan harus punya berita yang signifikan dahulu baru dapat membuat Press Realease.
5.      Press Realease harus mengutip pendapat para pakar, analisis pelanggan dll.
6.      Berita dimedia hanyalah satu-satunya cara bagi khalayak untuk mengetahui Press Realease perusahaan.
7.      Kliping merupakan cara untuk mengukur efektifitas.





 

 

Menurut Wimar Witoelar, ada tiga hal dasar yang harus dipikirkan oleh PR dalam melakukan intergrated merketing communication:
1.      Penerapan key msg yang mudah diingat masyarakat.
2.      Penetapan target market.
3.      Menentukan media yang akan digunakan.



http://www.cohnpr.com.dnnmax.com/, diakses 27 November 2013

 


Seorang PR diharuskan mampu mengembangkan tugas dan peran yang banyak karena dia menjadi corong dari sebuah perusahaan atau institusi.
Seorang praktisi PR harus mampu menjaga nama baik perusahaan atau insitusi tempat dia bekerja, menjalin komunikasi timbal balik (two-way traffic). Komunikasi yang bersifat timbal balik ini sangat penting dan mutlak harus ada dalam kegiatan Humas, dan terciptanya feedback merupakan prinsip pokok dalam Humas.