Kuliah dan artikel pertama kami disampaikan oleh Bapak Eko Harry Susanto dengan materi mengenai “Ekonomi Politik Media”.
Source : http://kapita-fikom-untar-vinia2012.blogspot.com/2012_06_01_archive.html , 4/9/13
Perkembangan media massa menjadi institusi ekonomi
melahirkan disiplin ilmu yang disebut ekonomi media (media economics). Ekonomi
media memandang media sebagai industri atau institusi ekonomi yang berupaya
mencari keuntungan.
Media secara umum bisa didefinisikan sebagai sarana
atau perantara atau penyebar dalam suatu proses komunikasi. Melalui media,
pesan terdistribusi ke khalayak.
Dalam konteks ekonomi, media adalah institusi
bisnis atau intsititusi ekonomi yang memproduksi dan menyebarkan informasi,
pengetahuan, pendidikan, dan hiburan kepada konsumen yang menjadi target. Yang
termasuk media, antara lain televisi, radio, surat kabar, majalah, tabloid,
buku, iklan, public relations, film, serta rekaman. Dalam konteks ekonomi media, televisi, radio, surat
kabar, dan media lainnya tentu harus dipandang sebagai industri atau institusi
bisnis.
Source : http://ec.europa.eu/digital-agenda/en/eu-media-futures-forum ,4/9/13
Dalam institusi ekonomi, praktiknya media
beroperasi berdasar rasionalitas bisnis. Harus dibedakan antara bisnis dan
idealisme yang terdapat dalam media. Seringkali investasi mengubah pola
idealisme yang diciptakan oleh media, sehingga media menjalankan pola bisnis
bukan idealisme yang dijunjung tinggi.
Kehadiran ekonomi media menciptakan tantangan dan
kesempatan baru yakni demokrasi media. Ruang publik bebas menjadi bagian dari
hak istimewa media. Hal ini seringkali dihilangkan karena adanya birokrasi.
Salah satunya dengan adanya demokrasi media ini, media menjadi bagian dari
cermin masyarakat, dan menjadi upaya mewujudkan kedaulatan publik.
Banyak pengusaha besar yang menanamkan modalnya
dalam bisnis media massa. Para pengusaha yang terjun ke industri media tentu
berharap modal yang sudah mereka tanamkan bisa kembali, bahkan menghasilkan
keuntungan. Terjunnya pengusaha besar dalam industri besar dalam industri media
memunculkan fenomena konglomerasi media.
Dalam
pengambilan keputusan, hal tersebut juga dapat mempengaruhi berita dan
informasi yang akan di sampaikan pada masyarakat. Pemilik media kadang juga
dapat turun tangan dalam penyiaran, mengatur bagian mana yang harus ditayangkan
/ siarkan dan yang tidak boleh ditayangkan. Tentu itu membuat jurnalis tidak
leluasa dalam memberikan informasi pada masyarakat dan tidak menjadi
transparan.
Problem
media :
Dibalik kesempatan ruang publik bebas, Media
menjadi terkekang dengan sisi orientasi keuntungan yang dikehendaki perusahaan
dalam menjalani roda organisasi. Hal ini menciptakan problem yang mulai
bermunculan dalam menjalani bisnis media. Problem media yang berlangsung di lapangan
diantaranya orientasi bisnis/motif keuangan, profesionalisme jurnalis dan
institusi, serta tidak independen dan transparan.
Informasi
yang dihasilkan media bermacam-macam. Mereka menghasilkan informasi yang
ditentukan dari nilai tukar, guna perluasan pasar, dan kepentingan ekonomi
pemilik media. Media dalam dunia praktiknya lebih mengarahkan perhatian
khalayak pada iklan daripada informasi itu sendiri sesuai dengan tujuan politik
ekonomi media.
Iklan
dalam media merupakan suatu akses untuk mendapatkan keuntungan bagi suatu
media. Strategi iklan adalah aktivitas mempromosikan produk agar dikenal
konsumen. Makin kompetitif pasar, makin dibutuhkan strategi dalam mempromosikan
produk. Di tengah persaingan yang makin ketat, stasiun-stasiun televisi berlangganan
di Indonesia makin strategis dalam mempromosikan produk, mulai promosi di mall, door to door, hingga paket-paket berlangganan
dengan harga murah.
source : http://www.rightcopywriter.com/blog/advertising-2/advertising-trends-to-watch-out-for-in-2013.html , 4/9/13
Saat
ini, media tidak hanya digunakan untuk memberikan berita dan informasi
melainkan juga dapat berhubungan erat dengan politik. Contohnya seperti iklan
politik dalam media TV saat kampanye.
Salah
satu sasarannya dari politik ekonomi adalah audience sebagai pasar. Hubungan
dampak audience sudah diperhitungkan agar memperoleh hasil ekonomis. Di dalam
hal ini juga berpengaruh dari stratifikasi social ekonomi untuk produksi
informasi. Mereka memanipulasi sistem memilihi melihat dan mendengar media
dengan tujuan orientasi bisnis.
Selain
itu semua Teori Media Politik Ekonomi diatur dalam sistem hukum. Menurut Dennis
Mcquail, “ Teori Media Politik Ekonomi adalah ketergantungan ideologi pada
kekuatan ekonomi. Media bagian dari sistem ekonomi yang bertalian erat dengan sistem
politik. Salah satu unsur politik media yakni dalam media terdapat pers yang
memiliki keteraturan sistem yang diatur dalam UU No. 40/1999 tentang Pers.
Source : http://www.bisnis-jabar.com/index.php/berita/uu-pokok-pers-polda-jabar-sosialisasikan-ke-polres , 4/9/13
Dalam
undang-undang ini pers memberikan kesejahteraan kepada wartawan dan karyawan,
mereka juga memperoleh saham dan laba bersih, sehingga mereka akan memberikan
sumbangsih dan loyalitas tinggi kepada media.
Kesimpulan ( Diskusi Kelompok ) :
Dari Analisa tersebut, memang media membuat pengaruh tersendiri bagi masyarakat. Walaupun media merupakan sumber informasi yang pokok bagi masyarakat tetapi terkadang media juga mengubah paradigma dan pemikiran masyarakat kepada pandangan negatif . Masyarakat terlalu percaya dengan apa yang di informasikan oleh media massa baik itu cetak maupun elektronik. Melihat permasalahan yang di hadapi bangsa indonesia atas rencana kenaikan BBM, dalam hal ini media begitu dominan menginformasikan Kontroversi tersebut. Ini di sebabkan karena adanya unsur- unsur politik didalamnya.
Kesimpulan ( Diskusi Kelompok ) :
Dari Analisa tersebut, memang media membuat pengaruh tersendiri bagi masyarakat. Walaupun media merupakan sumber informasi yang pokok bagi masyarakat tetapi terkadang media juga mengubah paradigma dan pemikiran masyarakat kepada pandangan negatif . Masyarakat terlalu percaya dengan apa yang di informasikan oleh media massa baik itu cetak maupun elektronik. Melihat permasalahan yang di hadapi bangsa indonesia atas rencana kenaikan BBM, dalam hal ini media begitu dominan menginformasikan Kontroversi tersebut. Ini di sebabkan karena adanya unsur- unsur politik didalamnya.




No comments:
Post a Comment