Media Komunikasi
Pada perkuliahan kali ini kami kedatangan dosen tamu
yaitu bapak Kukuh Sanyoto yang membahas mengenai pesatnya perkembangan
teknologi sekarang ini.
Dekonstruksi komunikasi : hilangnya komunikasi antar
sesama karena jaman sekarang begitu banyak media komunikasi tercipta sehingga
semakin banyak pula akses komunikasi yang ada dan membuat kebingungan dalam
memilih untuk komunikasi. Media komunikasi tersebut memberikan kita kemudahan
tapi belum tentu dalam kebenarannya.
Begitu banyak jawaban yang diberikan oleh media
komunikasi (media sosial dan media massa konvensional) dalam setiap
permasalahan kita, tapi kebenaran dalam setiap jawaban yang diberikan belum
dapat dipastikan kebenarannya.
Melalui media sosial manusia dapat saling berbagi ide,
bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berfikir, berdebat,
menemukan orang yang bisa menjadi teman baik, menemukan pasangan dan membangun
sebuah komunitas. Intinya, menggunakan media sosial menjadikan diri sebagai
diri sendiri. Selain kecepatan informasi yang bisa diakses dalam hitungan
detik. Menjadi diri sendri dalam media sosial adalah alasan mengapa media
sosial berkembang pesat. Demikian cepat dan mudah orang bisa mengakses media
sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi. Karena
kecepatan media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa
konvensional dalam menyebarkan informasi. Seorang pengguna media sosial dapat
mengakses menggunakan jaringan internet, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal
dan dilakukan sendiri, serta dapat diakses dimana saja dan kapan saja.
Perbedaan media komunikasi dengan media sosial, yaitu :
Media komunikasi dalam tayangan berita dan konten
ditentukan dan dikontrol oleh owner, sedangkan media sosial dalam isi berita,
konten tidak bisa ditentukan oleh owner, ditentukan oleh komunitas itu sendiri.
Media sosial membawa dampak pengaruh yang cukup besar.
Media Komunikasi Media
Sosial
![]() |
|||
![]() |
|||

Old Way
|
New Way
|
Information Age
|
Participation
Age
|
Media owners in control
|
Media consumers in control
|
Advertising to mass audience
|
Advertising to targeted audience
|
One size fits all products
|
Customizable products
|
Publish once & distribute one way
|
Publish once & distribute many ways
|
Content is king
(commoditized content) |
Context is king
(differentiated content) |
Marketing focus on awareness and
consideration (CPM) |
Marketing focus on preference,
purchase and retention (Cost per Lead, Cost per Click, |
Convenience is good
|
Convenience is essential
|
“
Creative people look at exception and see it as the rule, they see X as Y”
Media Komunikasi
Pada perkuliahan kali ini kami kedatangan dosen tamu
yaitu bapak Kukuh Sanyoto yang membahas mengenai pesatnya perkembangan
teknologi sekarang ini.
“The
future of communication is the future of human evolution”

Dekonstruksi komunikasi : hilangnya komunikasi antar
sesama karena jaman sekarang begitu banyak media komunikasi tercipta sehingga
semakin banyak pula akses komunikasi yang ada dan membuat kebingungan dalam
memilih untuk komunikasi. Media komunikasi tersebut memberikan kita kemudahan
tapi belum tentu dalam kebenarannya.
Begitu banyak jawaban yang diberikan oleh media
komunikasi (media sosial dan media massa konvensional) dalam setiap
permasalahan kita, tapi kebenaran dalam setiap jawaban yang diberikan belum
dapat dipastikan kebenarannya.

Melalui media sosial manusia dapat saling berbagi ide,
bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berfikir, berdebat,
menemukan orang yang bisa menjadi teman baik, menemukan pasangan dan membangun
sebuah komunitas. Intinya, menggunakan media sosial menjadikan diri sebagai
diri sendiri. Selain kecepatan informasi yang bisa diakses dalam hitungan
detik. Menjadi diri sendri dalam media sosial adalah alasan mengapa media
sosial berkembang pesat. Demikian cepat dan mudah orang bisa mengakses media
sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi. Karena
kecepatan media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa
konvensional dalam menyebarkan informasi. Seorang pengguna media sosial dapat
mengakses menggunakan jaringan internet, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal
dan dilakukan sendiri, serta dapat diakses dimana saja dan kapan saja.
Perbedaan media komunikasi dengan media sosial, yaitu :
Media komunikasi dalam tayangan berita dan konten
ditentukan dan dikontrol oleh owner, sedangkan media sosial dalam isi berita,
konten tidak bisa ditentukan oleh owner, ditentukan oleh komunitas itu sendiri.
Media sosial membawa dampak pengaruh yang cukup besar.
Media Komunikasi Media
Sosial
![]() |
|||
![]() |
|||

Old Way
|
New Way
|
Information Age
|
Participation
Age
|
Media owners in control
|
Media consumers in control
|
Advertising to mass audience
|
Advertising to targeted audience
|
One size fits all products
|
Customizable products
|
Publish once & distribute one way
|
Publish once & distribute many ways
|
Content is king
(commoditized content) |
Context is king
(differentiated content) |
Marketing focus on awareness and
consideration (CPM) |
Marketing focus on preference,
purchase and retention (Cost per Lead, Cost per Click, |
Convenience is good
|
Convenience is essential
|
“
Creative people look at exception and see it as the rule, they see X as Y”



No comments:
Post a Comment